Oleh:Fauziah Ramdani “wahai yang bersemayam di dalam rasa dan dirikuengkau jauh dari penglihatan dan pandanganengkau adalah ruhku jika aku tak memandangmudia lebih dekat denganku dari segala pendekatan” (Petikan Syair Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah dalam buku Taman orang-orang yang jatuh cinta dan memendam rindu) Siapa yang tidak pernah jatuh cinta? Mungkin tidak ada. Bahkan orang gila sekalipun pernah merasakan jatuh cinta. Perasaan fitrah yang bisa dipastikan dimiliki oleh setiap anak cucu Adam. Ialah cinta, berbicara tentangnya, adalah perjuangan. Sebab cinta adalah tragedi hati paling berharga bagi siapapun. Seperti penggalan syair Ibnu Qoyyim rahimahullah; “ adalah cinta jauh dari penglihatan dan pandangan.” Ia bersemayam merekah hingga mampu menjulang dilangit-langit hati seseorang dan bersemi sampai ajal memanggil pulang. Bagaimana bertahannya Rasulullah shallallahu’’alaihi wasallam dengan cibiran,hujatan,lemparan dan ancaman dikal...
Assalamualaikum, kebetulan saya seorang penjual obat-obatan herbal. Salah satu produk yang saya jual adalah obat penambah ukuran alat vital. Apakah ada hukum yang menjelaskan tentang bolehnya menjual produk tersebut Ustadz? Syukron Jawaban Hukum asal segala sesuatu adalah boleh dan halal selama tidak ada dalil yang melarang atau yang mengharamkan, maka hukum asal dari masalah pengobatan adalah mubah. Berdasarkan Hadits Rasulullah, bahwa beliau bersabda: تداووا فإن الله عز وجل لم يضع داء إلا وضع له دواء Artinya: berobatlah, sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya.[HR. Tirmidzi dan beliau menyatakan: shahih]. Dalam Hadits yang lain Nabi menyuruh kita berobat tapi jangan berobat dengan sesuatu yang diharamkan dan memberikan batasan bagaimana tatacara pengobatan, beliau bersabda: تداووا ولا تداووا بحرام Artinya: berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan yang ha...
Komentar
Posting Komentar